Tulisan ini Di lansir dari fb Bundanya saufa
Silbertv - Polemik panjang itu akhirnya menemui titik nadir. Guru yang sempat menjadi pusat perhatian publik di Jambi kini harus merelakan pengabdiannya berakhir dengan pemecatan dan pengusiran dari SMKN 3 Berbak. Sebuah akhir yang tidak hanya pahit bagi sang guru, tetapi juga menjadi torehan luka bagi wajah pendidikan kita.
Sekolah, yang sejatinya adalah tempat menyemai karakter dan nilai luhur, sempat berubah menjadi arena konflik yang riuh di bawah sorotan tajam mata publik. Peristiwa ini mengirimkan pesan keras: bahwa reputasi dan dedikasi bertahun-tahun bisa runtuh dalam sekejap ketika kebijaksanaan absen dalam penyelesaian masalah. Di balik riuhnya media sosial, terselip pengingat bagi kita semua bahwa setiap langkah membawa konsekuensi, dan di atas segala aturan, keadilan serta kemanusiaan harus tetap menjadi kompas utama.
(Red)
