Karimun – Investor energi terbarukan asal China dan Singapura menjajaki pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 2 gigawatt (GW) di Pulau Belat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Sabtu, (28/02/2026),
Proyek ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 3.000 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp1,8 triliun.
Peninjauan lokasi dilakukan oleh Chairman Gotion High-Tech Co., Ltd. Li Zhen bersama tim ahli, serta Chairman Oriens Asset Management Pte. Ltd. Terence Ong.
Kunjungan tersebut didampingi Bupati Karimun H. Ing. Iskandarsyah, Anggota DPD RI Ismeth Abdullah, dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, para kepala desa, serta anggota DPRD Kabupaten Karimun, Arbain (Fraksi Demokrat) dan Efrizal (Fraksi Gerindra).
Gotion High-Tech merupakan produsen baterai terbesar kelima di dunia yang memperluas bisnisnya ke sektor energi terbarukan melalui integrasi pembangkit listrik tenaga surya dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Oriens Asset Management dan Pemerintah Kabupaten Karimun yang ditandatangani pada 8 Januari 2026.
Dalam implementasinya, Oriens menunjuk mitra lokal PT Pembangunan Sugi Sejahtera untuk melakukan pendataan dan pengukuran lahan.
Kegiatan tersebut dipimpin Direktur PT Pembangunan Sugi Sejahtera, Sulaiman, dan saat ini masih berlangsung sebagai bagian dari tahapan awal proyek.
Pemilihan Pulau Belat sebagai lokasi investasi tidak terlepas dari masukan Anggota DPD RI Perwakilan Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Otorita Batam dan Gubernur pertama Kepulauan Riau.
Ia memberikan pandangan strategis kepada investor terkait potensi wilayah Kepulauan Riau sebagai kawasan pengembangan energi surya skala besar.
Bupati Karimun Iskandarsyah menyatakan rencana investasi tersebut sejalan dengan strategi daerah dalam memperkuat infrastruktur energi dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
“Rencana investasi ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan infrastruktur energi di wilayah Karimun,” ujarnya.
Menurutnya, proyek yang diproyeksikan berlangsung selama tiga hingga lima tahun tersebut berpotensi membuka 2.000–3.000 lapangan kerja, terutama pada masa konstruksi.
Pemerintah daerah juga menyiapkan program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Li Zhen menilai Pulau Belat memiliki potensi strategis dalam mendukung pengembangan energi surya terintegrasi.
“Kami melihat wilayah ini memiliki potensi yang sangat baik untuk mendukung transisi energi bersih di kawasan. Kami juga berkomitmen mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi berbasis baterai untuk memastikan stabilitas pasokan listrik,” Ujar Li Zhen.
Li Zhen juga mengatakan, bahwa dengan berkembangnya pembangkit listrik surya diharapkan dapat mengeksport listrik ke Singapura dan memberikan juga manfaat kepada masyarakat setempat.
Proyek PLTS ini diharapkan memperkuat ketahanan energi daerah, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta mendukung target nasional pengembangan energi terbarukan dan kerja sama energi hijau Indonesia – Singapura. (*)
